Asah Potensi Diri Dari Hati, Materi kan Mengiringi

Menggali potensi diri adalah sebuah tantangan yang amat menyenangkan - Losina Yuniarto.

Kutipan tersebut sangat amat cocok disandingkan dengan perihal yang aku alami saat ini. Berawal dari coba-coba hingga menjadikannya amat suka. Apa-apa memang harus dilakukan walaupun terkesan " ah ga mungkin bisa deh aku ini, tapi yaudalah ya tak ada salahnya mencoba".
 Basicly, aku suka berkecimpung di dunia modelling, itulah hobi utamaku saat memasuki masa remaja dibangku SMA, tapi namanya remaja labil pasti ada kesuntukan ketika terus menerus dilakoni dan ingin berpindah haluan dengan sesuatu yang baru dan menarik.


 Salah satu test psikolgi online yang beberapa kali ku coba untuk memasuki sebuah komunitas ataupun mengenal lebih dalam tentang diri sendiri pada beberapa point yang aku ingat adalah : menyukai sesuatu yang menarik, unik dan memiliki kreativitas tinggi namun juga ingin tampil di publik dan diakui orang lain bahkan dipuji.  

Mengelakpun sepertinya tidak mungkin, karena memang itu yang dirasakan dan terus menerus mengalir di diri ini. Lalu entah bagaimana, meninggalkan dunia model yang biasa menjadi candu dengan mengikuti berbagai perlombaan baik ditingkat daerah maupun provinsi ditinggalkan begitu saja. Banyak yang menyayangkan dari teman hingga keluarga, tak sepenuhnya ku tinggalkan namun tak lagi menjadi yang utama.




Hatiku tergerak untuk menjajal hal baru yang sama sekali tak terpikirkan nyaris tak terbesit dalam diri. Mulanya menghabiskan masa akhir SMA dengan membaca beberapa novel, buka baacan menarik agar hari-hari bisa terbilang produktif. Namun dalam hati bergumam "apa tak ku belajar menulis saja, merangkai kata dan berbagai hal laiinya".  

Sepertinya semesta lagi berbaik hati untuk mengabulkan niatku dengan adanya poster di beranda facebook tentang "workshop kepenulisan". Mendaftar dan terpilih menjadi 30 perserta yang berhak menghadirinya menambah semangat tak terkira, sampai singkat cerita dari yang tidak tahu apa-apa menjadi juara nasional itu membuat aku yakin bahwa apa-apa yang dilakukan dari hati, kerja keras dan fokus di satu tujuan semua pasti tercapai.

2016 akhir menulis di blog, menerima penghargaan sebagai juara 3 menulis tingkat nasional juga tidak menyurutkanku untuk terus belajar dan belajar hingga saat ini di tahun 2019 dengan bertemu para mastah blogger hingga tulisan yang bikin geleng-geleng kepala saking ciamiknya pun tetap terus menyemangatiku. Walaupun di tahun 2018 hingga 2019 disibukkan dengan kuliah dan menurunnya aktifitas tulis menulis di blog selalu saja menjadi fokus utama dalam menggali potensi.

 

 Terbiasa berpose di depan layar apakah bisa menjadi orang dibalik layar kamera ? tentu saja bisa. Apalagi seorang blogger juga dituntut untuk menyajikan tulisan yang menarik disisipkan gambar yang menarik pula. Itulah yang mendorongku untuk terus belajar memotret.

Motret bukan sembarang motret, semua ada ilmunya dan aku mendapatkan beberapa ilmu yang sangat membantu apabila terus diterapkan supaya lihai membidik kamera di bangku kuliah. Jurusan Ilmu Komunikasi juga tak membuatku menyesal seperti beberapa gerutuan teman-teman yang kesulitan menempatkan bidang minat bakat yang mengikuti kata hati.



Menghasilkan potretan apik bagi sebagian orang memang berpatokan pada kamera DSLR atau Mirorless yang terlihat mata panjang lensanya sehingga dihasilkan hasilnya bagus. Namun jika kita tahu tekniknya dengan ponsel yang kita bawa kemanapun juga bisa menghasilkan gambar yang baik dan mantul. Apresiasi pada potretan yang bagus memang apabila diakui oleh orang lain. 

Alhamdulillah-nya, motrat motret berbagai makanan yang ada di beberapa resto dan cafe ternama yang sempat kukunjungi di surabaya mendapatkan pengakuan dengan di-uploadnya di instagram officialnya. Menurutku sih suatu kebahagiaan tersendiri apalagi banyak mendapatkan simbol hati dari netijen. Uh, sungguh potensi yang kudu dipelajari lagi dan lagi.

Eits, jangan salah lo. Semua gambar tersebut diambil dari kamera handpone biasa, tergantung pengguna mengambil gambar tersebut dari angel yang mana.  Jadi, no worries  dong pabila alat yang dipunya belum lengkap seperti mereka yang lihai mengabadikannya.

Foto yang baguspun terkesan biasa saja jika tak ada polesan yang diberi, bisa dikatakan mestinya ada proses editing sebelum dipamerkan ke sosial media. Mengeditpun ada hal-hal yang diperhatikan agar foto tersebut masih murni dengan estetika utamanya. 

Baru-baru ini insight instagram memiliki peningkatan yang amat bagus, terlihat dari ribuan suka, ratusan komentar, puluhan akun menyimpannya dan puluhan ribu jangkauan. Sontak tertawa bahagia dong aku, karena selama upload di sosial media hanya kali ini yang membludak.


Sekilas tak ada beda pada before dan after, tapi coba dilihat lebih dalam boleh banget jika mau di zoom. Foto yang tampak biasa saja dengan sentuhan coretan-coretan kecil tampak terlihat seninya. Simple, lucu namun kesan yang ditampilkan tetap view pantai dengan epresi keindahan. 

Voting pun ku layangkan di instagram stories karena dalam ratusan komentar diantaranya banyak yang ingin mengetahui bagaimana membuatnya. Ah, hati ini serasa berguna jika perhatian netijen seperti ituh. Ohya, jangan sepelakan sesuatu walaupun kecil ya kawan karena itu bisa mendatangkan rejeki loh buat kita. Seni memang paten untuk dihargai.

 Diawali dengan kutipan maka diakhiri dengan kutipan pula agar afdol rasanya. hihi

Kreativitas adalah kecerdasan bersenang-senang - Albert Einstein. 

Mengenal Lebih Dekat Tembakau di Museum Tembakau Jember

Menyelam sambil minum air mungkin pepatah itu sangat cocok untukku yang sedang famtrip bersama blogger jember dengan blogger nusantara lainnya kala itu. Selain berjalan-jalan bersama, bersenda gurau dan mengenal lebih dekat antar blogger kita sebagai blogger juga tak lupa dengan mengisi konten nan informatif kepada para pembaca. Apalagi museum-museum seperti ini sudah mengalami pemerosotan minat terhadap kaum muda-muda apalagi anak millenials (aku juga anak millenials sih).


Museum konotasinya memang terlihat "jadul, membosankan, kurang menarik, kuno" dan berbagai sebutan lainnya yang bisa kamu sebutkan sendiri. Namun berbeda dengan Museum Tembakau ini yang telah berdiri sejak 2014 lalu. Pengelolaan yang baik oleh UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT). Letaknyapun cukup dekat apabila kalian berada pada sentral  kota Jember yang beralamatkan di Jalan Kalimantan Nomor 1, Jember. 

Lalu, apa yang membuatnya berbeda dan menghapuskan konotasi tersebut apabila kita berkunjung kesana ?

1. Estetik dan Menarik

Sebelum memasuki dan melihat berbagai macam tembakau memang beberapa orang akan berekspektasi penataan yang tidak menarik dan lain halnya, namun sebelum memasuki leboh dalam dan mengelilingin museum ini kamu akan tergerak untuk mengambil posen dari kantong celana ataupun dalam tasmu untuk mengambil gambar ini. Ya, akupun begitu, pengemasan yang menarik dengan skat bambu yang di cat cokelat mengkilap tidak menghilangkan kesan museum namun lebih berkesan dimata pengunjung. Toples-tples kacapun yang terletak diatas meja tersebut menyimpan berbagai jenis tembakau dari beberapa daerah. Seperti dalam toples yang terpajang itu ada Tembakau Rajang Maesan, Tembakau Jawa Jepril dari Banyuwangi, Tembakau Ralangan Maesan dari Bondowoso, tempat bako dan jenis lainnya sudah dilabelkan dengan nama dimasing-masing toples. 
 

 2. Menambah Wawasan Dunia

Siapa yang tak kenal tembakau? sepertinya sangat familiar untuk didengar ditelinga kita. Apalagi bagi mereka yang menkonsumsi r*k*k sudah sangat melekat. Namun tahukah kamu ? berbagai jenis tembakau yang terbaik ada di tanah Indonesia untuk di ekspor ke mancanegara, kualitasnya tidak diragukan lagi karena telah dikelola dengan baik dari proses penanaman hingga pengeringan sampai bisa dinikmati. Tapi bukan hanya untuk r*k*k loh ya, tembakau dikelola untuk berbagai produk yang bermanfaat lainnya seperti bahan baku parfum, pupuk, sabun, pestisida, antibiotik sampai ke kosmetik juga dong. Kualitas dari tembakau dari daerah Jember memang terkenal dengan komoditas penghasil tembakau terbaik, sehingga tak diragukan lagi apabila telah terekspor hingga ke mancanegara. Museum tembakau yang ada di Indonesia sudah sangat jarang bahkan hanya segelintir saja, jadi membuat Museum ini yang patut diketahui publik hingga masa yang akan datang.



3. Berbagai Jenis Tembakau Lebih Diketahui  

Bagi kamu, bahkan aku ni yang kurang tahu tentang tembakau dan hanya mengetahui tembakau hanya daun lebar yang besar dan tak dibagi menjadi beberapa jenis, akan sangat tertarik untuk menelaah dan memperhatikannya lagi. Terkesan sama melalui kasat mata namun keunggulan dan manfaatnyapun berbeda-beda. Tergantung rapih dan diikat dengan baik dari beberapa lembar daun. Aromanyapun walaupun kering dan sudah diletakkan cukup lama bisa kita hirup sedikit akan bau khas tembakau. 


Jenis tembakau yang terkoleksi dalam Museum ini dan menjadi utama untuk dikenal adalah jenis tembakau Voor-Oogst dan Na-Oogst dan berbagai jenis tembakau lainnya yang terletak dalam lemari kaca yang telah terbungkus rapi dalam toples sehingga kita hanya dapat melihat tak seperti Tembakau Kasturi dan Na-Oogst yang menggantuk di atas tanpa ada pembatas untuk disentuh.




4. Mengetahui Kehidupan Petani Tembakau  Jaman Doloe

Tak afdol rasanya jika mengenal tembakau terbaik yang telah bagus dirawat hingga menghasilkan kualitas unggul jika tidak mengetahui siapa yang mengelolanya. Petani tembakau, yang merupakan profesi utama masyarakat jember jaman dahulu juga memiliki berbagai macam alat-alat yang digunakan dan tersimpan dengan baik, juga keadaan masyarakat yang tergambarkan kali itu bisa kita rasakan dari pajangan gambar pada dinding-dinding ruang museum. 


Alat komunikasi yang digunakan, serta peralatan dalam merawat tembakau dan interaksi serta jual beli yang dilakukan lengkap ditampakkan dalam museum ini. Berbagai infografis lainnya dan kata-kata yang berkaitan dengan tembakau bisa kita baca-baca, informasinyapun sungguh komplit. 
 

5. Mengetahui Hasil Pengelolaan Tembakau

Berkunjung ramai-ramai akan lebih asik karena bisa saling mengetahui, bertanya, berinteraksi dan bergantian berfoto-foto ria dengan latar belakang yang menarik dan bernilai edukatif. Ramainya pun tak membuat kita boring, malahan seru karena menyusurinya bareng-bareng. Hasil pengelolaan tembakau sangat jelas diperlihatkan. 


 Cerutu, berbagai r*k*k yang menjadi bahan baku utama dengan merk yang berbeda-beda. Tentunya tidak boleh dicoba ya kawan, apalagi dibawa pulang. Mending beli aja di BIN Cigar, cerita selanjutnya bisa di klik dong.


 Terjejer diatas meja yang beralaskan kain batik dan dikemas dalam kotak kayu yang terkesan mengkilat membuat tembakau memang pantas mahal dengan kualitas yang bagus seperti ini.


 Beberapa juga pajangan yang unik dan menarik yang disusun dengan tembakau, hasilnya cantik dan menarik bukan ? tapi hati-hati ya karena sangat amat mudah terbakar. Bikinnya berhari-hari lenyapnya gasampek sedetik hihi.


6. Pemandu Ramah,Bisa Berfoto Sesuka hati asal Tahu batas diri

Kalau ingin berkunjung bukanya hari apa  ? free gak ya ? Tenang saja, Museum ini sangat welcome untuk umum dan siapa saja yang ingin datang. Selain free, museum ini juga dibuka pada hari Senin sampai Jumat karena dikelola oleh kantor sehingga Sabtu Minggu libur dong. Bingung ataupun ingin bertanya-tanya lebih lengkap tentang tembakau ini kita bakal ditemani terus oleh petugas hingga kita memuuskan beranjak ke tempat lain dan mengakhiri perjalan di museum.


Jangan sia-siakan kawan, berfoto dengan angel yang menarik dan berbeda dari orang-orang pada umumnya. Backgorundnya pun bernilai tinggi, karena gak semua mengambil dengan menarik sehingga foto yang dihasilkan akan tampak biasa saja. 


 Terkesan sebagai properti yang dibawa hanya untuk foto saja, namun dengan begini kita bisa menyampaikan makna dengan melestarikan tembakau terbaik yang ada di Indonesia khusunya Jember dengan ekpresi sambil membawanya, bukan dibawa kabur ya abis foto, wajib diletakkan kembali pada tempatnya dan dengan benar jangan asal-asalan agar saling menjagi keindahannya. 


 Filter foto yang digunakan juga agak nyambung dengan warna tembakau yang kecokelatan, pasti akan menarik dan menuai komentar netijen gaes. Boljug dicoba!


Tempat Foto Keren dan Instagramable di Pantai Papuma Jember

Hai para pemburu "vitamin sea"!
Tak lengkap rasanya kalau sudah merencanakan liburan dengan berbagai macam persiapan sekedar datang namun tak ada moment indah yang diabadikan. Memilih pantai sebagai tujuan melepas penat dan refreshing agar kembali nyaman melakukan rutinitas setiap harinyapun adalah tujuan yang mantap.



Sekitar 2013 atau 2014 tahun lalu, aku dan teman-teman melepaskan penat setelah menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) dengan memilih tujuan pantai Papuma yang menyeret kami untuk mem-vote pantai ini dikarenakan sudah famous bangetlah. Tapi kami tidak memperhitungkan bagaimana cuaca pantai dikala itu. Hasilnya zonk deh, karena cuacanya mendung dan hujan terus menerus. Yap! bisa dikatakan gagal memilih tujuan yang tepat dengan cuaca yang sudah diketahui tak mendukung apabila diteruskan. Tapi itu tak membuatku kapok tuk come back ke Papuma dong. Buat kamu yang ingin berlibur ke pantai juga ada baiknya tuk perhatikan cuaca ya sobat!



Tepat 22 Juni 2019 aku kembali lagi dong kesini, menagih panorama dan suguhan pantai yang serasa surga akhirnya terbayar puas bersama famtrip blogger jember. Melewati jalanan berkelok-kelok dengan terjalnya tanjakan terbayar sudah. Panoramanya kala itu agak mendung sih tapi tetap sangat nikmat tuk dirasakan. Jika ingin melihat Papuma secara keseluruhan sangat disarankan untuk menaiki Siti Hinggil, dijamin sampai puncak akan takjub dan terkesima ditambah lagi minum buah kelapa muda. Makin Jos Gandos!



Nah! Ini view pertama untuk mendapatkan foto instagramable nan ciamik tuk di potret. Jangan lupa fokuskan kamera pada buah kelapa walaupun tidak fokus atau ingin mengambil secara tajam foto ini sangat amat diperbolehkan, tergantung selera kita. Sudut pengambilannya pun biasa landscape atau potrait, namun aku lebih sarankan untuk potrait sehingga kenikmatan dan makna dalam foto ini lebih tajam. Sunset atau sunrise lebih direkomendasikan untuk mendapatkan cahaya yang natural dan angin yang segar serta ombak yang tak begitu besar, anginnyapun tak kencang sehingga masih nyaman diterima badan. Rasanya seperti apa ? Monngo coba sendiri!




Sembari menaiki Siti Hinggil ada beberapa spot yang menarik dan sayang banget tuk dilewatkan, pinggiran tangga terdapat dua tempat duduk dan meja yang cozy banget dengan view papuma yang sangat selaras dipandang mata kita. Take a moment, apabila gak ada orang cus aja duduk santae, cekrak cekrek, instastory dan berbagai ritual pengabadian moment sebagai bahan riya' di media sosial. Bareng teman-teman tentunya lebih hebring deh kalo di foto. Tapi karena teman blogger dah sampai puncak yaaaa aku foto sendiri hihi, agak mendung hasilnya karena memang sudah memasuki waktu maghrib. 



Jangan sedih, kalau fotonya gabagus ataupun kurang puas. Papuma sudah menyediakan tempat yang layak buat kita inap dan bisa juga nge-camp di bibir pantai, jadi bisa take a picture lagi deh. Moment ini diambil pagi hari disaat matahari mulai menampakkan sinarnya, aktifitas para nelayanpun juga bisa kita rasakan, aktifitas menangkap ikan, mengepul dan mengangkutnya untuk dijual ke pasar. Malas bangun pagi ? Sempatkanlah sebentar karena moment seperti ini sungguh tak bisa kita rasakan di daerah perkotaan. Cuacanya sangat nyaman, apalagi sambil bakar-bakar ikan. Wuih tambah cihuy!



Take your time untuk refreshing dan nikmati suguhan pesona papuma yang nantinya nih akan sulit buat dilupakan, bahkan candu untuk didatangi kembali. Tempat makan juga sudah ada disekeliling pantai ini, tentunya view pantai dimana-mana tetap terasa. 


Beranjak meninggalkan Papuma di siang haripun harus tetap mendapatkan moment terbaik, jika kamu sampai pada siang hari bolehla memanfaatkan sehari itu dengan puas, namun jika datang diwaktu sore hari rasanya kurang apabila tak mencuri-curi moment walaupun terik matahari sudah memanasi area pantai. 



Berfoto dan mengabadikan moment yang berbeda memang butuh usaha dan harus berani panas-panasan. Kalo gak gitu kita tidak akan mendapatkan foto bagus, bahkan menyisihkan kenangan disaat kita men-capture dan tersimpan dalam galery ponsel. 



Seperti foto ini, hampir ditinggal rombongan famtrip karena berganti pose dan mencari tempat yang pas dan menarik serta mencermikan suasana pantai yang mengesankan. Akan lucu sih dan bahkan jadi dongeng-dongen menarik ketika banyak yang memuji fotomu ataupun bertanya bagaimana cara mengambil gambar tersebut. 

Yakin gamau kesini ?