Keseruan GenBIRA Ngabuburit bareng Anak Jalanan dan Berbagi 1000 Takjil di Surabaya

GenBIRA (GenBI Berbagi Berkah Ramadhan) telah melangsungkan acara pada hari Rabu, 20 Juni 2017 lalu . GenBI merupakan Generasi Baru Indonesia sebagai Generasi Penerima Beasiswa Bank Indonesia dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Jawa Timur. Kali ini acara GenBIRA yang diadakan oleh Korkom (Koordinator Komisariat) Surabaya yang terdiri dari lima PTN diantaranya UTM, UNAIR, UNESA, ITS dan UINSA di Museum Bank Indonesia Surabaya Jalan Garuda No.1 Surabaya yang bertemakan  "We Share We Care".  Acara yang diadakan ke 3.0 kalinya  ini  terbagi menjadi 2 agenda yaitu ngabuburit dengan anak jalanan dan berbagi 1000 takjil di tiga titik tertentu di kota Surabaya.

Parade 10 Profesi di depan anak jalanan
Profesi Disegner dan Photographer
Profesi perawat

Penampilan Parade Profesi sebagai pembuka acara GenBIRA oleh 10 orang anggota GenBI membuat 100 peserta Anak Jalanan yang dinaungi oleh empat komunitas di Surabaya diantaranya Urban Care Community, Komunitas Syawanaka, Komunitas Lentera Harapan, dan Komunitas Nata Aruna sangat antusias disimbolkan dengan kegembiraan tawa senyum mereka. Berbagai profesi yang ditampilkan memberikan gambaran kepada adik-adik anak jalanan untuk tetap bersemangat menggapai cita-cita dan harapan dalam diri mereka.

MC membuka acara ngabuburit bersama 100 Anak Jalanan ( Satria dan Mitha)
MC menanyakan cita-cita salah satu peserta ngabuburit setelah penampilan parade profesi

Presiden, Pengusaha, Penulis, Atlet Basket, Musisi, Photographer, Guru, Perawat, Chef dan Designer adalah beberapa profesi umum yang  dapat memberikan pandangan terhadap adik-adik anak jalanan tentang fungsi dan kewajiban profesi tersebut. Sehingga dapat memotivasi mereka semua ketika dewasa nanti dapat berprofesi seperti yang ditampilkan oleh anggota GenBI.

Acara sah dibuka ditandai dengan Sambutan dari salah satu Perwakilan Bank Indonesia Jatim yaitu Bapak Dery Russianto agar rentetan acara selanjutnya dapat dilaksanakan dengan baik.

Bapak Dery ketika memberi sambutan kepada 100 peserta ngabuburit

Beberapa penyampaian sebagai motivasi dan penyemangat agar acara ngabuburit dapat berlangsung dengan kegembiraan dan keseruan oleh Bapak Dery, dilanjutkan dengan materi yang edukatif kepada peserta ngabuburit. Materi yang penting sekali yaitu " Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah" atau biasa dikenal dengan CIKUR agar anak-anak jalanan dapat mengetahui secara langsung dan jeli ketika mendapatkan uang atau mempergunakannya dengan baik. Tidak hanya untuk transaksi jual beli namun merawat dan mencintai uang Rupiah merupakan salah satu bentuk kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia.

Ibu Mei Wulandari ketika memberikan materi tentang CIKUR

Acara tetap have fun dilanjutkan dengan games, permainan yang ditunggu-tunggu oleh peserta ngabuburit. Adapun beberapa permainan yang edukatif namun tetap menyenangkan yaitu Susun Gambar, Langkah Seirama, Lingkaran Angka, Engklek Bergandengan, dan Balon Harapan.


kekompakan peserta ketika game dimulai

para peserta menuliskan harapan di kertas yang akan digantungkan di balon harapan
Setelah bermain bersama, kini dilakukan penyerahan santunan terhadap empat komunitas agar membantu melancarkan produktivitas anak jalanan terus berjalan dengan baik.

Penyerahan santutan secara simbolik kepada 4 komunitas yang menaungi anak jalanan di Surabaya

Salah satu komunitas yang menaungi anak jalanan yaitu Urbane Care Community yang telah mengasah kemampunan anak-anak dalam bidang musik agar terus berkarya dan mencintai serta melestarikan musik daerah yaitu angklung. Menjadikan alunan musik yang indah diperdengarkan membuat kita bersyukur bahwa mereka dapat menciptakan karya yang hebat dengan kekompakan yang mereka buat.

Penampilan Angklung dari Urban Care Community

Waktu terus bergulir dan mendekati adzan maghrib, sembari menunggu bedug tiba anggota Genbi membagikan takjil, makanan serta minuman kepada seluruh peserta dan seluruh anggota GenBI untuk berbuka puasa bersama.

Suasana buka puasa bersama seluruh Anggota GenBI dengan 100 peserta ngabuburit


 Tidak semua anggota GenBI mengikuti acara ngabuburit di dalam Museum Bank Indonesia. Sebagian anggota membagikan 1000 takjil yang terbagi menjadi tiga titik di sekitar Museum Bank Indonesia. Titik yang pertama berada di SPBU jalan Rajawalu disebelah kanan jalan, kemudian untuk titik kedua dan ketiga berada di jalan jembatan merah di dekat Polrestabes Surabaya.

Kegembiraan anggota genBI post 2 dan 3 setelah membagikan takjil

Anggota GenBi yang membagikan di post 1
Antusiasme masyarkat ketika teman-teman anggota GenBI membagikan Takjil membuat kemacetan namun tetap terkondisikan dengan baik. Hanya beberapa menit semua takjil terbagi rata baik bagi pengendara sepeda motor bahkan tukang becak mendapatkan 1 kantong takjil.

Takjil di bagikan kepada para pengendara sepeda motor

Setelah menunaikan ibadah solat maghrib dan berbuka puasa bersama, acara ditutup dengan pembagian santunan terhadap masing-masing peserta dan bersalaman dengan perwakilan Bank Indonesia serta seluruh anggota GenBI yang telah mengadakan acara tersebut.

Santunan terhadap masing masing anak jalanan

Sayonara bersama anggota GenBI setelah berbuka puasa bersama
Ditutup dengan pelepasan balon harapan yang ditulis oleh seluruh peserta ngabuburit dan tepuk tangan kemeriahan seluruh penyelenggara GenBIRA 2017.

Salah satu cita-cita digantungkan pada balon harapan peserta ngabuburit yang akan di terbangkan 

Semoga acara ini dapat memberikan dampak yang positif dan bermanfaat untuk kemajuan generasi penerus bangsa Indonesia. 

Keluarga Besar GenBI Korkom Surabaya

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Sampai jumpa di acara GenBI berbagi berkah Ramadhan berikutnya yaaa... 🎉

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746




Fitur Top AdvanG1Pro bikin Gak Sabar Digenggam!

 Tekhnologi saat ini memang benar-benar tidak bisa dipungkiri kecanggihannya, apalagi "smartphone" yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini. Sayapun demikian, ingin menikmati fitur-fitur baru serta kecanggihan yang lebih exclusive dengan harga yang tidak terlalu merogoh kocek kantong. Nah! Kebetulan kemarin, ketika saya berada di WTC e-Mall Surabaya ada perfomance art yang menarik perhatian pengunjung termasuk saya dan teman saya. Setelah saya perhatikan ternyata perfomance tersebut adalah tampilan kecanggihan dari Advan G1Pro. Asik dan menarik membuat saya ingin tau  apa saja kecanggihan smartphone satu ini.
Keseruan perfomance art AdvanG1Pro dengan Creative dan Photography

Selfie di berbagai tempat dengan bebas
                       

AdvanG1Pro membuat suasana buruk menjadi lebih baik dengan Camera belakang 13 MP

Daripada penasaran saya langsung mengunjungi booth ADVAN yang sudh ramai dengan kerumuman pengunjung yang kepo juga dengan kecanggihan Advan G1Pro. Advan G1Pro merupakan produk keluaran terbaru Advan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. Mengapa ? Karena harganya hanya Rp 1.999.000 kita sudah menikmati fitur-fitur canggih terbaru saat ini. Murah banget dong, gaperlu beli yang mehong kalau yang murah saja sudah bisa mendapatkan semuanya, ya kan.....

Harga membuat saya melanjutkan kembali kekepoaan saya, mulai dari berapa megapixels camera depan dan belakang, RAM dan ROM ,IDOS dan semua fitur yang dimiliki Android satu ini. Sebagai wanita saya juga melihat kecanggihan kamera selfienya, kali aja face yang biasa aja jadi cantik atau belum mandi jadi kelihatan sudah mandi hehe. Gaperlu diragukan lagi, setelah testing kameranya memang wajah kita terlihat lebih kinclong karena sudah dilengkapi dengan fitur Beautify . Gacuma buat selfie , Groufie juga lebih bebas dan cepat menggunakan sensor sidik jari di case belakang Advan G1Pro tanpa ribet pakai timer ataupun tongsis agar semuanya dapat masuk dalam frame  lho.
RAM 3 GB dan ROM-nya 32 GB cukup banyak, untuk kita-kita yang suka download beberapa aplikasi bahkan mengabadikan moment yang tidak pernah puas lagi dan lagi. (maklum para wanita yang selfie addicted)


Adapun spesifikasi lengkap Advan G1Pro nih, buat kalian yang detail banget kalau pilah pilih smartphone

  • Dispaly 5 inch 1280 x 720 HD IPS
  • IDOS 6.12 based on Android 7.0 Nougat
  • Processor Quad Core 1.3 gHz
  • GPU MALI T720 MP2
  • RAM 3 GB
  • ROM 32 GB
  • Slot Micro SD up to 32 GB (tambah gak mikir memori full apa enggak buat foto, video dan aplikasi lainnya)
  • Kamera belakang 13 MP dilengkapi dengan flash
  • Kamera depan 8 MP dilengkapi flash juga ( dalam keadaan gelap tanpa cahaya bisa selfie ria nih)
  • Koneksi Bluetooth
  • Koneksi USB OTG
  • Koneksi Wi-Fi 802.11/b/g/n
  • Battery 2600 mAH

Semua sudah dipaparkan diatas ya, pasti udah gasabar pengen dapetin AdvanG1Pro-nya kan guys :D. Saya pun mulai tidak sabar, tenang aja segera di pasarkan untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Namun, dikarenakan launching-nya kemarin tanggal 21 Juni 2017 sebagai teasure dan pengenalan terhdap masyarakat masih dalam proses pengujian akhir untuk standar keselamatan komunikasi. Sehingga Minggu yang akan datang sudah dapat di pasarkan ke konsumen dan dinikmati oleh kalian semua.

By the way, ada bonus plus plus juga nih dari AdvanG1Pro seperti Kaos, Tas dan Tumbler. Wah buat kita-kita yang pengennya dapet plus plus makin gasabar ya, apalagi mendekati lebaran. Buat kalian yang sudah ngiler namun kantong belum mencukupi, santai saja angpao lebaran kalian pasti membantu untuk mencukupinya. So, ketika AdvanG1Pro sudah bisa didistribusikan kalian dangcus beli deh. HAHA

About Writer



Welcome to my blog hihi

Mungkin kalian yang membaca blog saya pasti kepo tentang siapa sih dibalik tulisan yang ga begitu good ini.

Saya perkenalkan diri ya...

Saya ini merupakan gadis belia yang lahir tahun 97 pada bulan oktober ditanggal 23. Tingkatan pendidikan saya mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan sekarang sedang menduduki bangku kuliah di Universitas Trunojoyo Madura mengambil konsentrasi Ilmu Komunikasi, doakan ya tahun 2019 udah bertitle “Vivi Lutviana S. I,kom” (amin) . Saya bukan seorang penulis handal, bahkan hobi menulis pun juga tidak, tapi entah bagaimana alurnya saya jadi suka menulis dan membaca (mukjizat kali ya). Hobi yang saya geluti sebelum terjun di dunia kepenulisan yaitu modelling, lumayanlah dengan tinggi 167 dan berat badan yang agak langsing 50 kilogram membuat saya tertarik menggelutinya. Awal saya terjun di dunia modelling pada saat kelas 1 SMA (baru pakai hijab) ketika mengikuti lomba fashion di akhir ujian. Pengawalan yang baik, saya meraih juara 3 (rada gak nyangka), membuat saya bersemangat dan ingin mendalami dan menitih karir saya disini. Tak hanya di daerah saya sendiri, saya dapat mengepakkan sayap di tingkatan Provinsi (ga niat sombong kok).

Cukup banyaklah pengalaman saya didunia modelling, dan mengapa saya bisa terjun di dunia kepenulisan dan suka membaca (?). Sepertinya saya sedikit lupa, mungkin pada saat itu saya tidak memiliki aktivitas yang rutin saya kerjakan, sehingga saya memilih untuk membaca buku (fiksi, pengetahuan, non fiksi maupun novel). Lalu kapan saya mulai menuangkan karya yang saya buat di dalam blog (?).  Ketika itu saya mengikuti Workshop yang diadakan Excite bersama komunitas blogger di Madura, dari situ saya tertarik untuk menjadi seorang penulis yang menjadikan blog sebagai diary digital. Walapun saya seorang gadis, saya bukan gadis yang menuangkan curhatan galau bahagia di blog, saya lebih menceritakannya di atas sajadah (sok solehah wkwk). Tapi saya lebih membuat blog sebagai penuangan sebuah karya yang akan saya ukir melalui tulisan (aplause). Sebelum saya mengambil tema yang akan saya tulis di blog yaitu “ Food, Vacation, Education, dan Fashion” , saya hanya menuliskan karya untuk dilombakan (maklum gadis labil). Tema yang saya ambil untuk blog saya mungkin cocok dengan diri saya,  ice cream, cokelat, burger, cotton candy, etc (pokonya makanan yang manis-manis tapi tidak melebihi manisnya senyummu ke saya wkwk) serta suka jalan-jalan, belajar dan fashion. By the way saya juga memilki berbagai prestasi ya walaupun ga begitu excited tapi alhamdulillah sedikit membanggakan buat mama bapak .

1.       Juara 3 fashion batik tingkat SMA (2013)
2.       Juara 2 fashion batik tingkat SMA (2014)
3.       20 Finalis Putri Hijab Banplas (2015)
4.       Juara 3 lomba menulis cerpen tingkat Universitas Trunojoyo Madura (2016)
5.       Juara 1 Putri  Duta Budaya FISIB (2016)
6.       Juara 2 Lomba menulis artikel Pegadaian se-Madura (2016)
7.       Juara 3 Lomba menulis artikel Budaya Sensor Mandiri LSFI (2016)

Semoga bisa terus menorehkan prestasi sebelum menjadi ibu rumah tangga yang baik haha. Terimakasih untuk kalian yang menyempatkan membaca profil saya. Kalau ada yang kurang jelas bisa contact saya di vivilutviana12@gmail.com atau di whatsapp +6281216709329. Ti amo 💗

#Foodphilosophy Trip : Tolak Takut Makanan Kolesterol bersama hemaviton Cardio

Menginjakkan kaki di sebuah kota, tidak sah rasanya kalau belum mencicipi makanan khas kota tersebut. Ya, kali ini saya berkunjung ke kota Surabaya, bukan tanpa alasan saya menginjakkan kaki di kota penuh perjuangan ini, ada acara yang menarik dan menggoda saya untuk menghabiskan waktu liburan dengan #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardio. Sebelumnya saya tidak menyangka  dapat menjadi blogger terpilih yang bisa mengikuti rentetan acara pada #foodphilosphy Trip pada hari Sabtu, 8 April 2017 lalu, karena saya merasa masih menjadi blogger amatiran yang belum banyak pengalaman untuk mendapatkan kesempatan ini. Whatever lah ya, i’m so glad bisa mengikuti acara ini, jadi tambah bersemangat dan menambah pengalaman dalam dunia blogging.


Seluruh peserta #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardion
Apasih #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardio ? nah, ini adalah acara dimana kita akan menyantap makanan-makanan yang berkolesterol tinggi dalam sehari di beberapa kuliner yang fenomenal dengan ciri khas dan keunikan tersendiri. Beberapa tempat kuliner yang akan kita kunjungi diantaranya : Soto Tapak Siring, Sate Klopo, Bebek Sinjay, Zangrandi Ice Cream, Pipe and Barrel, dan yang terakhir Terminal Seafood. Wah, tidak asing lagi bukan ditelinga kalian tempat-tempat yang akan saya kunjungi.
Acara ini diawali dengan pengecekan kolesterol dan gula darah yang bertempat di Hotel Swiss Bllin Manyar. Pengecekkan ini bertujuan untuk mengetahui tinggi,rendah atau kenormalan kolesterol dan gula darah kita. Saya pikir ini cukup menggelitiki diri saya, karena minggu-minggu sebelumnya saya mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi. Huhu, walaupun saya masih muda (18 yo) bisa saja memiliki kolesterol tinggi nih. Finally...., setelah dicek kolesterolnya memang tinggi, lumayanlahya 213  ups itu diatas normal kali. Tapi gapapa, gula darah saya masih dalam batas wajar yaitu 53 masih bisa makan minum yang manis-manis , hihi .

Hasil pengecekan kolesterol dan gula darah
proses pengecekan kolesterol sebelum melakukan perjalanan mengelilingi wisata kuliner
Sebelum mengunjungi tempat-tempat kuliner yang telah tertera di rundown, kita foto bersama dahulu dengan seluruh peserta yang berjumlah 20 orang dan beberapa tim dari hemaviton Cardio serta Guest Star-nya nih “Chef Ken” ( Owner Pipe and Barrel dan Finalis Master Chef Indonesia ) juga  dokter cantik “Dr Fanny Immanuddin” sebagai nutrition & wellness yang akan memantau kalori yang kita serap terhadap makanan yang akan kita makan.


Selfie bersama Chef Ken dan istrinya

Selfie bersama Dr.Fanny Immanuddin
Perjalananpun dimulai....

Berkenalan dengan para peserta di bus serta ngobrol gurih dengan Chef Ken dan Dokter Fanny membubuhi keceriaan dan suasana di pagi hari itu. Sekitar pukul 08.00 wib kita menuju ke Soto Tapak Siring. Soto daging khas Madura yang memiliki keunikan khusus karena kuah dari sotonya tidak kental, beberapa soto yang sering kita tahu terdapat campuran beras sehingga kuah akan mengental. Tapi tidak untuk soto ini, kuah yang tidak diberi campuran beras dan cara memasaknya pun dicampurkan semua  bahan serta dihilangkan aroma sapi hingga benar-benar hilang dengan bahan alam yaitu kunyit. Penyajian dari soto inipun terpisah dengan nasi, nasi yang terbungkus daun pisang dengan bentuk kerucut menambah keunikan tersendiri pada soto ini. Soto ini juga bisa kalian nikmati loh, bertempat di Jl. Dharmahusada 14 Surabaya hanya Rp 26.000 per-porsi.


Soto Daging Tapak Sirirng sebagai pembuka kuliner pertama

Mencium aroma kaldu dan keramaian ketika sampai di tempat ini,karena saya soto addict membuat saya tidak sabar untuk mencicipi segera soto ini. Melihat proses soto ini dimasak secara langsung membuat saya mengetahui bagaimana pemilik soto ini tetap mempertahankan cita rasanya dibandingkan soto lainnya. Sambil menunggu pesanan datang saya mengambil beberapa pict soto yang telah dihidangkan.

OMG, saya cukup teringat dengan hasil kolesterol saya sebelum berangkat tadi karena diatas normal kolesterol yang ada, tapi disini saya cukup lega dan gak khawatir lagi karena ada hemaviton Cardio. Memang Hemaviton Cardio itu apa ? Hemaviton Cardio merupakan suplemen kesehatan yang mengandung Phytosterol 500 mg yang membantu melakukan pencegahan dini sebelum kolesterol masuk kedalam darah. hemaviton Cardio juga diperkaya dengan vitamin dan mineral antioksidan untuk memelihara kesehatan tubuh. Cukup dengan minum hemaviton Cardio 3x sehari pada saat atau setelah makan untuk bantu mencegah dan meurunkan kadar kolesterol total serts kolesterol LDL di dalam darah. Jadi, walaupun kolesterol saya sudah tinggi, hanya dengan meminum hemaviton Cardio dapat mencegah dan menurunkan kolesterol di tubuh saya.
Hemaviton Cardio


Sangat penting lo mengetahui kolesterol kita, karena kolesterol merupakan salah satu jenis lemak (lipid) yang sangat penting untuk tubuh dalam pembentukan hormon,Vitamin D, dan senyawa-senyawa pencernaan.Namun, kolesterol yang berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh, karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan ahirnya menyebabkan penyakit jantung maupun stroke. (Source: Ma. H Cholesterol and Human Health, The Journal of American Scince.2(2006) : 46-50). Sehingga kita harus mengetahui kolesterol kita masing-masing sebelum kita terkena penyakit yang disebabkan oleh kolesterol yang berlebihan.

Soto Daging ini termasuk pada kolesterol tinggi karena mengandung 88 mg, apabila tidak di cegah dan diatasi dapat meningkatkan kolesterol kita, jadi kita wajib minum hemaviton Cardio agar membantu mencegah dan mengurangi kolesterol secara total.

Menuju ke tempat selanjutnya yaitu Tugu Pahlawan, memang ini bukan wisata kuliner hehe. Tapi menginjak ke kota surabaya apabila tidak mengabadikan moment di tugu ini kurang pas rasaya, jadi kita berfoto bersama dan mengunjungi museum dan melihat-lihat peninggalan sejarah sisa penjajahan yan telah dilalui oleh masyarakat dan pahlawan untuk memerdekakan kota Surabaya. Walaupun saya sudah sering mengunjungi kota Surabaya, saya belum pernah berfoto dan mengunjungi Tugu Pahlawan, malu sih ya, anak muda sekarang kurang interested dengan sejarah-sejarah. Tapi, ketika saya memasuki museum ini, saya jadi kagum dan menambah beberapa pengetahuan tentang kota Surabaya hihi.

Beberapa menit pun berlalu, sebelum meninggalkan tempat tersebut, kita berfoto bersama dengan menyorakkan “Tunggu #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardio di kota selanjutya... yeeee!!!” , sabar aja kota kalian bakal didatangi hemaviton Cardio seperti kita ini. Berdoa aja ya. Haha.

Tempat kuliner selanjutnya yaitu “Sate Kelopo”, darinamanya saja saya juga penasaran kelapa yang disate apa sate yang dibumbui kelapa ?. Ternyata sate daging, yang dibaluti parutan kelapa dengan cita rasa yang khas dan unik. Wah, ini cukup menggugah selera makan, karena saya baru pertama kali menyantap sate ini. Perlu kita tahu, menurut Dokter Fannydalam 10 tusuk sate kelapa terdapat 500 kalori yang berkadar 160 gram, jadi kalau kita makan 1 tusuk sate sekitar 80 gram kalori yang kita serap”. Rasanya nyummy banget, kalian dapat merasakan kelembutan dagingnya Rp 25.000 per-porsi serta tempatnya di Jalan Walikota Mustajab (Sate Kelopo Ondomohen).


Sate Kelopo Ondomohen
Kecepatan melahap sate ini pun membuat saya lupa, bahwa masih ada banyak tempat kuliner yang belum kita hinggapi (kayak kupu-kupu aja). Tapi no problem lah, kali ini kita akan menyebrangi jembatan. Jembatan Suramadu penghubung antara Surabaya dan Madura, dimana kita akan menuju ke Warung Bebek Sinjay. Kalau kalian ke Madura pasti mencari bebek satu ini, walaupun banyak cabang dari bebek ini, rasanya lebih nendang dan ajib di Madura, yaiya karena owner Bebek Sinjay adalah orang asli Madura dan pertama kali membuka Bebek Sinjay di Madura. Bebek Sinjay bertempat di kawasan Ketengan no 45 Burneh Bangkalan Madura dengan harga Rp 25.000 satu paket dengan minumannya. 

Nasi Bebek Sinjay dipadukan dengan Kelapa Muda
Saya sebagai penduduk asli Madura-pun yang sering menyantap bebek sinjay ini tak pernah bosan, karena memang bebeknya yang empuk dan gurih membuat saya ingin memakannnya lagi dan lagi. Sudah tiga kali kita menyantap makanan yang berat, huft perut serasa mau meledak karena tak ada hentinya untuk makan. Tapi terbayarkan sudah menyantap makanan khas yang fenomenal, terik matahari sudah mulai memancing dahaga kita. Ice cream sangat cocok untuk menghilangkan dahaga ini, tempat selanjutnya yang akan kita datangi sangat pas yaitu Ice Cream Zangrandi. Ice Cream yang sudah terkenal dari jaman dahulu ini tetap berdiri kokoh meskipun banyak persaingan ice cream yang lebih menggugah selera pecinta ice cream. Ice Cream yang terletak di Jalan Yos Sudarso 15 memiliki ciri khas ice cream yang bernuansa eropa tetapi ada juga ice cream yang tradisional disajikan ala modern.

Para peserta dan tim ketika sampai di Ice Cream Zangrandi
Ice Cream khas Zangrandi
Para pengunjung pun mulai berdatangan baik domestik maupun mancanegara menyukai ice cream Zangrandi ini, kamipun yang menikmati hidangan ice cream harus segera menghabiskan ice cream karena akan cepat meleleh dan tidak senikmat ketika padat. Waktu terus berputar membuat kita harus bergegas menuju tempat selanjutnya.Tempat yang pasti di idam-idamkan oleh para peserta lainnya, “Pipe & Barrel” cafe asik yang sangat pas buat nongki dengan teman, pacar maupun keluarga yang bisa kalian kunjungi di Jalan Polisi Istimewa no 22.Tapi bukan ini yang kita maksud, melainkan Cooking Class bersama “Chef Ken” , siapa sih yang gak mau diajarin memasak langsung oleh Celebrity Chef ini. Apalagi untuk saya yang sangat suka memasak tetapi kurang memahami tata cara memasak yang benar sangat membantu saya untuk mengasah bakat saya dalam dunia memasak.

Suasana Pipe and Barrel

Persiapan cooking class dengan bahan-bahan dan prosedur yang telah diintruksikan


suasana ketika proses cooking class berlangsung
saya dan mas eko ketika memasak dalam cooking class


Waffle chesse calamary chicken hidangan chef ken kepada para peserta dan tim hemaviton

Kali ini chef Ken tidak mendemokan masakan yang akan kita buat, huhu sedih sekaii bukan. Memasak makanan yang belum pernah kita coba walaupun diberikan step by step dalam memasak mungkin cukup sulit bagi saya, tetapi karena saya bekerja sama dengan mas eko mungkin ini akan lebih asik walpoun kita sama-sama tidak begitu paham memasak. Awalan pertama kita memasak sangat kacau karena saya dan mas eko kurang mencermati prosedur yang telah diberikan oleh chef, tapi itu memiliki keunikan tersendiri bagi tim kita daripada tim lainnya. Komunikasi antar tim serta teliti dalam membaca resep sangat diutamakan dalam memasak ini, tapi apa daya saya dan mas eko memasak dengan terburu-buru. Seru sekali dalam kurun waktu kurang lebih 45 menit kita dapat menyelesaikan masakan kita walaupun menurut chef masakan kita sudah bagus dalam cara memasak tetapi cita rasa yang kita hasilkan cukup buruk hehe. Maklum namanya juga para jombloan dan jomblowati yang memasak, kurang mendapatkan feel dan kerjasama tim yang baik.

 
hasil masakan saya dengan mas eko yang gosong kata chef ken hihi
















 Menuju tempat kuliner yang terakhir yaitu Terminal Live Seafood, ini bener-bener pesta  seafood serius. Terminal Live Seafood yang menyuguhkan berbagai macam seafood dengan porsi jumbo.Sebenarnya sih perut saya udah menolak untuk makan, tapi lidah pada demo untuk mecicipi hidangan ini. Tak banyak makanan yang saya ambil, tetapi saya mencicipi semua makanan yang telah dihidangkan and over all good tasted , 2 jempol dah buat Terminal Live Seafood. Recomended banget buat kita yang ingin mengadakan kuliner bareng keluarga serta teman-teman atau mengadakan acara lainnya tepatnya Jalan Manyar Kertoarjo 40.


aneka seafood sebagai hidangan terakhir penutup kuliner kita 



















































Kuliner kali ini memang ajib banget, berbagai macam keseruan dengan para peserta dan tim hemaviton Cardio menjadikan momories tersendiri bagi saya. Mulai dari menambah banyak pengalam teman,kuliner juga pengetahuan tentang makan-makanan yang harus kita waspadai bagi kesehatan tubuh kita. Berterimakasih sekali kepada hemaviton Cardio untuk keseruan acara #Foodphilosophy Trip kali ini, semoga dapat mengadakan acara-acara selanjutnya dan tak lupa untuk mengundang saya ya, hihi. Oh ya, karena saya tidak bisa membawa oleh-oleh makanan untuk keluarga dirumah saya dapat membawa hemaviton GluCare yang telah diberikan oleh hemaviton sebelum acara dimulai, nenek saya pun bisa mengkonsumsinya sebagai penderita Diabetes. 
hemaviton GluCare bagi penderita diabetes dan mengurangi gula darah

"Kini saya dapat menikmati moment santap kuliner nusantara tanpa khawatir kolesterol karena saya minum hemaviton Cardio"


Komunikasi Lintas Budaya : Vihara Avalokitesvara Pamekasan

Komunikasi Lintas Budaya : Vihara Avalokitesvara Pamekasan
Pembahasan
Komunikasi adalah hal yang sangat di perlukan didalam kehidupan sehari-hari baik dalam hal regular , di dalam bisnis atau kerja sama bahkan terbentuk dan majunya sebuah daerah juga desa adalah karena faktor dari komunikasi yang berlangsung sinkron termasuk juga dengan budaya sebuah daerah.
Menurut koentjtoroningrat  ada 7 faktor yang mempengaruhi terbentuknya dan persebaran budaya yaitu :
1.    Bahasa
2.    Sistem pengetahuan
3.    Organisasi sosial
4.    Sistem peralatan dan teknologi
5.    Sistem mata pencaharian
6.    Sistem religi
7.    Kesenian

1.    BAHASA
Persebaran budaya juga tidak terlepas dari bahasa kepemimpinan yang menjadikan itu sebagai culture atau lebih tepatnya bahasa sehari-hari (lokal) karena kepimimpanan atau asal usul sebelumnya memounyai andil  penting di dalamnya, menurut luthans mendefinisikan kepemimpinan sebagai sekelompok proses, kepribadian, pemenuhan, perilaku tertentu, persuasi, wewenang, pencapaian tujuan, interaksi, perbedaan peran, inisiasi strukture dan kombinasi dari dua atau lebih hal-hal tersebut. Tetapi juga banyak di dalam era seperti ini bahasa dianggap sudah tidak pada porsinya atau dalam tanda kutip lainya perkembangan budaya saat ini banyak disalah gunakan termasuk penggunanaan bahasanya contoh : bahasa slengean, meme.
Meme dapat  sangat berpengaruh dalam membentuk budaya dari suatu daerah dalam hal budaya bahasa nya di dalam dunia globalisasi saat ini banyak sekali percampuran budaya dimana terkadang dilakukan penyaringan atau pemilihan budaya baru yang harus disesuaikan dengan budaya lama yang sudah ada tetapi hal ini banyak tidak dilakukan oleh sebagian besar  masyarakat kita, dalam kata lain mereka hanya sekedar mengikuti tren tanpa memikirkan efek negatif dari penggunaan bahasa. Meme dapat berimplikasi dengan sendirinya (dalam bentuk peniruan ) dan membentuk suatu budaya, sebagai unit kecil dari suatu budaya richard dawskin dalam bukunya yang berjudul selfish gene menceritakan apa dan bagaimana dia menggunakan istilah meme untuk menceritakan apa dan bagaimana menjelakan persebaran ide ataupun fenomena budaya. Dawskin juga memberi contoh meme yaitu nada, kaitan dari susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian, dan perkembangan teknologi.
Dengan segala macam perkembangan tekhnologi dan remaja yang begitu peka terhadapnya proses use and gratification memiliki andil dalam femomena ini tidak bisa dipungkiri dengan adanya perkembangan baru teknologi yang menyuguhkan khalayak dengan banyaknya pilihan media, analisa motivasi dan kepuasan menjadi komponen  yang paling krusial dalam penelitian khalayak .
Dalam perjalanan individu untuk mencari identitas diri bahasa merupakan satu pokok kajian yang sangat mempengaruhi dan penting mereka pun mulai membentuk kelompok-kelompok yang memilki kesamaan nasib daerah bahkan asal usul, kelompok pada umumnya terbentuk karena memeiliki suatu kesamaan dapat menjadi sumber pembentukan perilaku dalam kata lain kesamaan daerah dan bahasa memiliki peran penting. Proses tersebut adalah contoh riil dari istilah general-expectancy-value phenomenon yang dikenalkan oleh palmgreen.
HASIL PENELITIAN
Menurut penelitian yang telah  kami lakukan di vihara avalokitesvara desa talang sirih kabupaten pamekasan provinsi jawa timur berpatokan pada teori serta penjelasan mengenai 7 faktor pendukung pembentukan budaya menurut koentjoro ningrat  hasil penelitian nya adalah  bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa lokal yaitu bahasa madura, tetapi jika terdapat upacara persembayangan atau hari-hari besar dalam keagamaan mereka menggunakan bahasa indonesia sebagai pemersatu, tetapi jika ada tamu dari luar madura yang kebetulan adalah keturunan asli dari umat budha maka mereka juga bisa menggunakan bahasa mandarin meski tidak selancar berbahasa indonesia dan madura sendiri.
Jika ditarik benang merah dari ketiga bahasa yang digunakan maka jelas terdapat perbedaan yang signifikan jika dilakukan perbandingan kata,pengucapan dan makna dengan bahasa jawa yang ada dilamongan , contoh :
1.     Pamekasan (madura)
·    mator sakalangkong = terimakasih 
·    saporana = maaf
·    ongguhen = seriusan? 
·    Mareh ngakan= sudah makan
2.    Lamongan 
·    matur suwun, suwun = terimakasih
·    ngaturaken sedoyo keluputan, sepurane ingkang katah, sepurane seng katah =  mohon maaf 
·    tenane, saestu = seriusan
·    sampun dahar, sampun maem,  sampun nedo = sudah makan
dikutip dari penjelasan bapak Anton selaku admin  dan pengurus dari vihara avalokitesvara “disini terdapat 4 agama dalam satu komplek bangunan yaitu budha,konghucu, hindu dan islam maka kita menggunakan bahasa indonesia dalam pertemuan atau beribadatan,  disini sangat kental unsur  harmonis dan menghargai setiap agama nya tidak jarang kita menggunakan bahasa madura  dan terkadang kita menggunakan bahasa mandarin jika ada tamu  dari luar kota seperti langkat,singkawang ataupun luar negeri “ ujarnya.
Dapat ditarik kesimpulan bahasa yang dominan digunakan dalam daerah itu adalah bahasa madura atau sekitar 50% , yang kedua adalah bahasa indonesia yaitu sekitar 30%. Sedangkan untuk mandarin sendiri adalah sekitar 20%. Maka hubungan bahasa dalam mempengaruhi suatu budaya dan keterkaitanya dengan 6 faktor lainya adalah bahasa mereupakan unsur pertama yang menjadi patokan orang-orang untuk mengetahui apa budaya yang dianut contohnya adalah jika mahasiswa dari daerah lamongan bertemu dengan mahasiswa dari madura maka yang mereka gunakan adalah bahasa indonesia, dan jika bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari satu daerah  maka mereka akan menggunakan bahasa daerahnya.
Referensi : Hafidz manaf, pengaruh kepemimpian, budaya bahasa organisasi dsn team work  terhadap kinerja organisasi pondok pesantren modern kabupaten ponorogo, tesis (makasar: universitas maula malik ibrahim)
Arshano sahar, studi observasi penggunaan situs 9gag dan  bahasa meme oleh remaja,  makalah non seminar, (depok: universitas indonesia )

2.    SISTEM PENGETAHUAN
Sistem pengetahuan adalah sistem yang terlahir karena manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lainnya juga dapat mengerti.Pengetahuan yang sifatnya sempurna dan sebagai objek yang benar-benar nyata dari bentuk aslinya, baginya ia akan permanen dan tidak akan pernah berubah. Keyakinan akan identifikasi semacam ini bisa disimak dalam ajaran ide-idenya, khususnya dalam konsep dua dunianya: dunia ideal dan dunia indrawi. Baginya, klaim bahwa pengetahuan itu berasal dari pengalaman akal (pandangan ini dikenal dari kelompok empirisisme),sungguh sesuatu yang janggal adanya.
Uraian mengenai pokok-pokok khusus yang merupakan isi dari sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan, akan merupakan suatu uraian tentang cabang-cabang pengetahuan. Cabang-cabang itu sebaiknya dibagi berdasarkan pokok perhatiannya.
Dari hasil penelitian,masyarakat di daerah vihara tersebut hanya bersekolah sampai smp atau mereka terkadang lebih memilih untuk bersekolah di luar pulau Madura. Misalnya meneruskan SMA nya di Surabaya. Selain itu pada penelitian di gereja , mereka hanya menyediakan sekolah khatolik untuk TK,SD,SMP. Jadi jika ingin meneruskan sekolah khatolik harus pergi keluar atau dapat bersekolah di SMA umum.
Referensi : www.e-journal.com
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

3.    SISTEM MASYARAKAT/ ORGANISASI SOSIAL
Setelah kami melakukan penelitian di desa candih, kecamatan galis, kabupaten pamekasan tentang vihara yang ada disana yaitu vihara Avalokitesvara, yang didalamnya ada 4 icon agama ada islam, hindu, konghucu, budha.
Dalam satu tempat tetapi ada 4 agama itu sangat menarik sekali dan pasti kegiatan organisasi sosial yang dilakukan disini pasti juga berbagai macam seperti beribadah atau yang lainnya. Dari segi masyarakat sekitar para remaja yang ada disekitar desa candih tersebut mereka juga memiliki kegiatan sosial seperti karang taruna, dan jika masyarakat yang berbeda agama mereka akan melakukan ibadah seperti biasanya, atau sesuai hari ibadah mereka.  Karena setiap kehidupan masyarakat diorganisasi atau diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan tempat individu hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan mesra adalah kesatuan dan kekerabatannya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kaum kerabat lain. Kemudian ada kesatuan-kesatuan di luar kaum kerabat, tetapi masih dalam lingkungan komunitas. Karena tiap masyarakat manusia dan juga masyarakat desa, terbagi menjadi beberapa lapisan-lapisan, maka setiap orang di luar lapisan atau di luar kaum kerabatnya menghadapi lingkungan orang-orang yang lebih tingii daripadanya dan yang sama tinngkatnya. Diantara golongan terakhir ini adaorang-orang yang dekat padanya dan ada pula orang-orang yang menjauhinya.
Dalam organisasi sosial juga ada sistem kekerabatan, pengaruh industrialisasi yang sudah masuk semakin mendalam, tampak bahwa fungsi kesatuan kekerabatan yang sebelumnya penting dalam banyak sektor kehidupan seseorang, biasanya mulai berkurang seiring dengan bersamaan dengan adat istiadat yang mengatur kehidupan kekerabatan sebagai kesatuan mulai mengendor, karena seperti itu dipengaruhi budaya-budaya barat yang telah menjadi doktrin oleh masyarakat saat ini. Tapi lain halnya dengan masyarakat yang ada di desa candih atau lebih tepatnya masyarakat yang berada di sekitar vihara avalokitesvara ini bahwa mereka masih mengutamakan yang namanya kekerabatan dan sebuah organisasi dan mereka juga tidak mengesampingkan perbedaan mereka hidup dengan damai dan saling menghormati satu sama lain. Mulai dari kegiatan sosial yang apabila umat muslim lakukan maka mereka selain umat muslim akan menghormatinya begitupun sebaliknya.
Selain di vihara yang ada di pamekasan kita juga mengunjungi gereja kristen katholik yang ada di sebelah utara alun-alun pamekasan atau biasa disebut dengan arlan (arek lancor) disana ada sebuah gereja yang cukup besar, disana agamanya kristen katholik. Di gereja ini ada organisasi socialyang didirikan oleh agama disini, yaitu OMK (Orang Muda Katholik), ReMaKa (Remaja Katholik), WK(Wanita Katholik), dan FKUP(Forum Kegiatan Umat Pamekasan). Selain mereka mendirikan organisasi sosial mereka juga mengadakan kegiatan sosial diluar gereja seperti bakti sosial, mengadakan amal, bersedekah, mengunjungi penjara juga mereka lakukan dan itu rutin setiap bulan sekali, jadi tidak hanya melakukan kegiatan didalam gereja saja atau hanya sekedar beribadah didalamnya tetapi mereka juga melakukan kegiatan diluar agarlebih menyatu dengan masyarakat sekita, agar tidak terjadi perbedaan sosial juga, walaupun agama keristen katholik di daerah ini masih menjadi minoritas tetapi mereka tidak membatasi pergaulan atau kegiatan mereka, mereka juga mengunjungi penjara atau bakti sosial yang pasti didalam itu semua ada yang beragama selain kristen.
Juza l. H morgan menemukan suatu metode penelitian sistem kekerabatan yang sangat penting, yaitu bahwa beragam sistem kekerabatan itu erat sangkut pautnya dengan sistem istilah kekerabatan,suatu sistem kekerabatan tertentu dengan unsur tertentu sehingga untuk membuat suatu deskripsi mengenai sistem kekerabatan suku bangsa yang bersangkutan.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

4.    SISTEM TEKNOLOGI
Sistem peralatan hidup (teknologi) yang merupakan uraian dari unsur kebudayaan menurut Koentjoningrat disini dijelaskan menurut Harsojo, system teknologi yang dimaksud adalah jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah dari lingkungannya. bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi, dan kebutuhan lainnya yang berupa materi. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa teknologi adalah mengenai cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, bahkan mengenai cara manusia bertindak dalam keseluruhan hidupnya. Teknologi tradisional pada masyarakat yang berpindah-pindah dan masyarakat desa yang hidup dari pertanian, menurut Kontjaraningrat palimg sedikit memiliki 8 (delapan) macam system peralatan, yaitu sebagai berikut:
1.    Alat-alat produksi
2.    Senjata
3.    Wadah
4.    Alat untuk menyalakan api
5.    Makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan
6.    Pakain dan perhiasan
7.    Tempat berlindung dan perumahan
8.    Alat-alat transportasi
Disamping itu hasil dari penelitian kami di vihara tempat berada di daerah Pamekasan Talang Candih mayoritas sebagian besar warga disana petani atau peternak yang menggunakan alat kerja manual menggunakan kayu untuk memisahkan padi dari batangnya dan sedikit warga yang sudah menggunakan mesin. Pakaian yang digunakan warga disana pun pakaian yang digunakan untuk menahan pengaruh alam atau bisa disebut pakaian sebagai perhiasan badan warga disana juga menggunakan pakaian sebagai lambang yang dianggap suci disaat ada atau memperingatkan hari besar atau hari raya dan hanya beberapa orang yang menggunakan perhiasaan seperti emas yang biasanya digunakan oleh orang teratas. Alat transportasi yang digunakan untuk bekerja atau mereka ingin bergerak ke mana-mana karena itu mereka memerlukan alat bantu unuk memudahkan aktivitasnya pada zaman modern ini seperti, sepeda motor atau mobil dan tidak jarang juga ada beberapa warga yang masih menggunakan kereta beroda atau yang bisa dibantu oleh kuda atau sapi. Rumah yang mereka tempati pun cukup sederhana tidak begitu mewah atau mewah yang bisa digunakan untuk tempat tinggal keluarga kecil, keluarga besar, ibadah, tempat pertemuan, dan pertahanan dan Alat komunikasi untuk menghubungi satu sama lain mereka menggunakan handphone tapi tidak berbasis new media karna pengetahuan tentang new media disekitar situ masih terbilang sempit dan masih menggunakan saluran sms atau telefon untuk memberikan informasi ke lain.
Lain dengan penelitian kami yang tempat kedua disekitar Alun-alun pamekasan yang sebagian besar warga disekitar tersebut bekerja sebagai karyawan, pedagang, dan guru, pakaian perhiasan, alat transportasi, rumah disana pun sama dengan warga yg di vihara tersebut. Perbedaannya di kedua tempat tersebut terletak di alat komunikasi yang sebagian besar di tempat ini warga sudah mengenal internet dan tidak asing lagi untuk saling komunikasi. Mereka kini sudah jarang menggunakan sms tetapi menggunakan aplikasi yang biasa disebut dengan WhatsApp dan mereka membuat group untuk menginformasikan tentang hal apapun yang berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan atau dikerjakan.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

5.    SISTEM MATA PENCAHARIAN
Sistem mata pencaharian dibagi menjadi 6 yaitu sistem mata pencaharian tradisional, memburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang, menangkap ikan, dan bercocok tanam menetap dengan irigasi. Dalam penelitian kami di vihara avalokistesvara, masyarakat sekitar bermata pencaharian nelayan, tambak , dan petani.
Nelayan
Merupakan mata pencarian yang sangat tua. Manusia zaman purba yang kebetulan hidup di dekat sungai, danau atau laut, telah memanfaatkan sumber alam yang penting itu untuk keperluan hidupnya. Ketika manusia mengenl bercocok tanam, aktivitas menngkap ikan seing ddilakukan sebagai mata pencarian tambahan. Sebaliknya, masyarakat nelayan yang menangkap ikan sebagai mata pencria yang utama, juga bertani dan berkebun.
Para nelayan yang menangkap ikan di laut biasanya berlayar dekat pantai. Lebih dari 50 persen ikan hidup dalam kawanan yang meliputi jumlah beribu-ribu ekor, dengan jarak antara 10 hingga 30 Km dari pantai. Pada musim-musim tertentu kawanan ikan tadi malahan akan lebih mendekat lagi, dan masuk kedalam teluk-teluk untuk mencari air tenang dan untuk bertelur. Di samping jenis-jenis ikan yang datang dalam kawanan besar itu, banyak pula jenis ikan lain yang hidup sendiri-sendiri secara terpencat.
Ada laut-laut tertentu yang pantainya menjadi daerah hidup kawanan ikan tertentu, yang bermigrasi menurut musim. Bagi para nelayan tersebut penangkapan ikan itu merupakan pokok dari usaha mereka sebagai nelayan. Serupa dengan itu, kawanan-kawanan ikan yang terdiri dari berpuluh-puluh ribu ekor pula, pada musim-musim tertentu menyusuri pantai-pantai, dan semenjak beberapa abad telah menjadi sumber mata pecarian hidup warga Pamekasan yang hidup di sekitar pantai-pantai tersebut.
Petani
Petani adalah seorang yang bergerak dalam pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanama, seperti padi, bungah, buah dan lain lain.  berbeda dengan yang lainnya, di Desa Candi Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih ada petani yang membajak sawahnya dengan sepasang orang. Memang tidak ada yang berbeda hanya saja di derah Desa Candi mereka masih saja menggunakan alat yang ditarik dengan manusia ataupun dengan sapi atau kerbau.
Jika dilingkungan sekitar gereja pekerjaan yang ditekuni adalah bekerja di toko atau karyawan. Karena disana tidak ada lahan pertanian maka mereka sebagai produsen.
C.  Tambak
Tambak adalah pekerjaan yang paling dominan. Terlihat adanya beberapa tambak sebelum masuk kawasan vihara tersebut. Tambak yaitu kolam buatan (empang), biasanya di daerah pantai yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai budidaya perairan. Hewan yang dibudidayakan seperti udang dan ikan.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

6.    SISTEM RELIGI
Dalam suatu kebudayaan yang patut diperhatikan adalah nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap penganutnya. Nilai-nilai dasar yang menjadi pandangan hidup dan sistem kepercayaan di mana semua orang pengikutnya berkiblat. Nilai dasar itu membuat para pengikutnya melihat diri mereka ke dalam, dan mengatur bagaimana caranya mereka melihat keluar. Nilai dasar itu merupakan filosofi hidup yang mengantar anggotanya ke mana dia harus pergi.
Suatu sistem religi dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan itu di antara pengikut-pengikutnya. Dengan demikian, emosi keagamaan merupakan unsur penting dalam suatu religi bersama dengan tiga unsur yang lain, yaitu: (a) sistem keyakinan; (b) sistem upacara keagamaan; (c) suatu umat yang menganut religi itu.
Keberagaman budaya dan juga keagamaan merupakan sebuah ciri tersendiri bagi negara Indonesia. Seperti dalam penelitian kelompok kami di salah satu daerah di Pamekasan tepatnya di dusun Candih kecamatan Galis kabupaten Pamekasan. Di daerah tersebut terdapat sebuah vihara yang dikenal dengan Vihara Avalokitesvara yang merupakan Vihara terbesar di Pulau Garam ini. Uniknya dalam Vihara tersebut bukan hanya terdapat satu tempat ibadah, namun terdapat 4 (empat) tempat ibadah sekaligus di dalamnya seperti: Islam, Hindu, Khong Hu Cu, dan Budha itu sendiri. Di daerah lain yang tidak jauh dari Vihara itu, juga terdapat sebuah Gereja yang penganutnya adalah Kristen Katolik. Menurut Budianto di lingkungannya lebih dominan ummat yang memeluk agama Islam dari pada Katolik. Ummat yang menganut agama Katolik berjumlah sekitar 508 orang. Namun, dengan banyaknya agama dalam satu wilayah tersebut tidak membuat Pamekasan menjadi kota konflik antar pemeluk agama lain.
Kerukunan hidup antar umat beragama bukanlah hal yang given, melainkan butuh proses dan upaya dari berbagai pihak. Mewujudkan hidup yang rukun baik antar maupun inter umat beragama, dalam masyarakat yang plural bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini disebabkan dengan banyaknya faktor yang terkait, misal faktor sosial, pendidikan, ekonomi, politik termasuk ideologi dari masing-masing pemeluk.
Menurut Dr. Koentjaraningrat terdapat tiga unsur penting dalam sistem religi yang sudah kita sebutkan di atas, antara lain:
a.    Sistem keyakinan

Mengenai sistem keyakinan para ahli antropologi biasanya menaruh perhatian terhadap konsepsi tentang dewa-dewa, sifat dan tanda dewa. Dari kelima agama yang dianut di atas terntunya mereka memiliki kepercayaan masing-masing yang berbeda agama ang satu dengan yang lain. Islam memiliki keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan mereka, Kristen adalah Yesus, dan begitu pula agama lainnya. Kitab dan juga Nabi yang mereka yakini dari masing-masing penganut juga berbeda.
b.    Sistem upacara keagamaan

Sistem keagamaan secara khusus mengandung empat aspek yang menjadi perhatian khusus dari para ahli antropologi ialah:
a.)    Tempat melakukan upacara keagamaan
1.    Masjid/langgar merupakan tempat ummat Islam dalam melaksanakan upacara keagamaan.
2.    Gereja merupakan tempat ibadah ummat Kristen.
3.    Vihara merupakan tempat  ibadah ummat Budha.
4.    Pura merupakan tempat ibadah ummat Hindu.
5.    Li Thang/Klenteng tempat ibadah ummat Khong Hu Cu.

b).    Saat-saat upacara keagaman dilaksanakan/hari-hari besar keagamaan

1.    Hari besar agama Budha yakni Waisak yang merupakan peringatan dari 3 peristiwa. Yaitu, kelahiran Pangeran Siddharta, hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari sang Budha wafat
2.    Hari Raya Nyepi bagi ummat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai sebagai hari penyucian dewa-dewa yang berada di samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Hari Raya Nyepi tidak ada aktifitas apapun di dalamnya. Segala aktifitas pelayanan umum ditiadakan kecuali Rumah Sakit,
3.    Hari Raya Idul Adha bagi ummat Islam, di hari raya ini dilakukan penyembelihan hewan kurban untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai ganti putranya.
4.    Hari Natal bagi ummat kristen yang diperingati setiap tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus
5. Hari Raya imlek bagi ummat Khong Hu Cu
    Selain hari-hari besar dari semua agama, juga terdapat kegiatan keagamaan yang lainnya seperti bagi ummat Islam yang berpuasa ketika bulan Ramadhan. Begitu juga dengan ummat Kristen Katolik, mereka juga melakukan puasa dan juga shalawatan selama satu bulan penuh. “ummat Katolik melakukan shalawat pada bulan Mei dan Oktober” ungkap Budianto, pengurus gereja di salah satu daaerah di Pamekasan.
   
 Dengan adanya tempat peribadatan lain selain vihara, melambangkan persatuan antar umat beragama di tempat ini. Kerukunan beragama adalah terwujudnya sikap dan kesadaran untuk saling mengerti, saling menghormati dan saling menghargai di antara pemeluk agama yang berbeda. Bahkan terkadang ada ummat agama lain seperti penganut Khog Hu Cu tidak hanya menyembah di Klenteng saja, namun mereka juga beribadah di Pura dan juga Vihara yang ada di sana.
Referensi : Liliweri, Alo. (2003). Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta



7.    KESENIAN
Kesenian menurut Koentjoroningrat adalah kompleksitas dari ide-ide , norma-norma, gagasan,nilai-nilai, serta peraturan dimana kompleks aktivitas dan tindakan tersebut berpola dari manusia itu sendiri dan pada umumnya berwujud berbagai benda-benda hasil ciptaan manusia. Dipandang dari sudut kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan keindahan itu dinikmati, maka ada dua lapangan besar, yaitu : a) seni rupa, atau kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan mata, dan b) seni suara, atau kesenian yang dinikmati manusia dengan telinga. Seni rupa yang terdapat di Vihara Avalokitesvara ini berupa patung-patung. Sedangkan seni suara yaitu adanya barongsai dan juga wayang kulit. Kesenian tersebut biasanya dipertunjukkan pada saat hari-hari besar atau perayaan budha. Pertunjukan kesenian ini dilakukakan di sekitar wilayah vihara. Untuk wayang kulit sendiri mereka telah menyediakan tempat tepat didepan vihara tersebut.
Barongsai merupakan kesenian untuk mengiring para tamu yang datang. Para tamu tersebut bukan hanya berasal dari sekitar pamekasan tetapi juga dari luar daerah atau kota untuk beribadah. Biasanya terdapat dua barongsai untuk mengiring. Setelah mengiring sampai pintu masuk mereka berhenti sejenak untuk memainkan tabuhan khas barongsai dan barongsaipun mulai mempertunjukkan aksinya.Acara ini biasanya berlangsung selama 3 hari. Dua hari untuk penyambutan tamu dari vihara-vihara lain yang membawa patung.  Untuk wayang kulit diadakan pada malam hari.
Dalam penelitian yang ada di gereja dekat alun-alun pamekasan, masyarakat disana mempunyai kesenian yang bernama Ul-Daul. Sebagian besar orang berpendapat bahwa Ul-Daul  berasal dari kata “Gaul, Ul-Gaul” dan kemudian diperaktiskan menjadi “Ul-Daul”. Musik Ul-Daul  merupakan musik kontemporer yang memiliki suatu ciri khas tersendiri, yang berasal dari salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat madura.
Berdirinya musik ini berawal dari suatu kebiasaan masyarakat madura yang sering kali memanfaatkan barang-barang ditempat sekitar atau barang bekas yang sudah tidak bisa dipakai lagi, untuk dijadikannya sebagai instrumen dalam memainkan bunyi-bunyian sehingga membentuk suatu nada-nada yang etnik dan juga sangat khas. Musik ini mulai berkembang pesat pada era tahun 1990-an yang mempadukan dengan berbagai macam aliran musik mulai dari musik dangdut, gambus, kasidah, dan hingga lagu-lagu daerah.
Musik Ul-Daul merupakan inovasi musik tong-tong, sehingga sebagian besar alat-alat musik yang digunakan untuk memainkannya terbuat dari bambu. Ada beberapa alat musik yang terbuat dari potongan bambu memiliki jenis ukuran yang berbeda-beda dan sesuai dengan bunyi yang akan dihasilkannya nanti, mulai dari ukuran besar panjang sekitar setengah sampai mencapai satu meter dengan diameter 40-50 cm. Sehingga akan melahirkan bunyi yang sangat nyaring dan besar. Dan selanjutnya memiliki jenis ukuran yang semakin kecil sesuai dengan kebutuhan irama yang diperlukan untuk dapat mempadukan dan menghasilkan nada-nada yang indah sehingga enak untuk didengarkan. Cara memainkan musik ini dengan menggunakan pukulan monoton sehingga melahirkan irama yang dinamis. Semakin eksisnya keberadaan dan bertambahnya perkumpulan musik Ul-Daul dimadura ini menjadikan sebagai bukti bahwa madura merupakan tanah yang kaya raya akan seni dan kebudayaan yang memiliki ciri-ciri khas tersendiri.
Dalam hari-hari besar musik Ul-Daul ini dimainkan. Mereka pun telah memiliki alat-alat musik sendiri. Ul-Daul yang dimainkan adalah murni Ul-Daul bukan ada campuran alat musik lain. Gereja ini pernah memenangkan lomba tingkat SMP di probolinggo.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta