Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Wajib Kunjungi Peternakan Kuda dan Kebun Bunga Matahari Megastar di Malang

Perjalanan paling menyemangkan adalah menyusuri tempat yang belum diketahui bersama teman-teman, ketika saya berada di Malang banyak tempat pariwisata yang belum dikunjungi serta memiliki jarak tempuh yang jauh. Namun ketika perjalanan bersama teman-teman jarak itupun terasa menyenangkan. Seperti saat ini saya memilih mengunjungi Peternakan Kuda atau yang dikenal dengan "Stable Megastar Horse Rench" di Batu, Malang. 

Keberangkatan dari kos teman saya menuju tempat tersebut membutuhkan waktu kisaran 1 jam bahkan 2 jam lebih dikarenakn Malang sering sekali diguyur hujan, bukan tahu bulat saja yang digoreng dadakan, hujanpun di Malang suka turun dadakan. Mengandalkan Google Maps untuk mempermudah petunjuk arah yang tepat dan benar, namun terkadang Google Maps membuat kebingungan karen arah yang kadang salah dan terlewat ketika mengendarai mobil ataupun motor.
 


Awal keberangkatan memilih pukul 11.00 siang namun termakan perjalanan yang cukup melelahkan tapi mengasyikkan dong, dikarenakan perjalananmenuju tempat ini kita dapat merasakan hawa alam dan pegunungan serta beberapa tanjakan dan belokan yang bisa kita nikmati berbagai hamparan sawah, gunung, tumbuhan dan seperti yang kalian ketahui bahwa malang terkenal dengan kota apel, disanapun kita bisa melihat kebun apel yang banyak.

Museum Angkut, Amarta Hills juga kita lewati menuju Stable Megastar Horse Rench. Ketika kita sampai disana, tepatnya pukul 02.30 beruntungnya loket masuk masih bisa kita temui dikarenakan Jam buka mulai dari jam 10.00 pagi hingga 16.00 sore, jadi kalau kalian ingin kesana pastikan dicuaca yang mendukung ya, karena paling nyaman ketika mengunjungi tempa ini pasca hujan turun sehingga panasnya tidak terlalu menyengat dan hawanyapun sejuk.



 Tiket masuk menikmati peternakan kuda dan  Kebun Bunga Matahari hanya dengan Rp 25.000 Rupiah saja, dalam menikmati pesona alam itu cukup sepadan karena tempatnya juga sangat instagramable loh! Bunga-bunganyapun cantik dan tinggi sehingga dapat memberikan angel yang baik ketika kita foto menjadi background foto kita dan bermekaran. Walaupun banyak pengunjung kita tidak akan merasa terganggu karena ladangnya cukup luas sehingga ketika orang-orang berfoto tidak membuat bocor foto kalian. Tidak hanya di ladang bunga matahari, ditempat kudapun kita dapat berfoto dengan bunga matahari yang tinggi dan cukup subur.

 


 Ketika sampai disana kita bisa beristirahat loh karena disana juga ada tempat makan yang cukup luas, toilet, dan musolla, ibadah dan wisata tetap berjalan dengan lancarπŸ˜‹ . Oh ya, untuk kendaraan yang kalian bawa juga dikenakan biaya parkir yaitu Rp 2000 bagi pengguna motor dan pengguna mobil Rp 5.000 rupiah. Didekat ladang bunga matahari dan kantin ada gubuk dan tempat cafe yang terbuat dari kaca- kaca, Jangan ketinggalan untuk berfoto ya, karena sangat menarik apalagi menjelang sore hari.


 Setelah puas berfoto-foto dan menikmati keindahan bunga matahari mari kita lanjutkan untuk melihat peternakan kuda, bisa sedikit jalan-jalan loh karena tempatnya pun sedikit jauh dari ladang bunga. Kita tidak perlu merogoh kocek kembali untuk melihat dan berfoto dengan kuda-kuda cakpe nan cantik ini, namun kalau kalian ingin menunggangi kuda wajib bayar dong Rp 50.000 karena lapangannya sangat luas dan bisa berkeliling dengan kuda-kuda tersebut. 

Nyatanya untuk mengurus kuda tersebut butuh perawatan yang sangat intensif dan pemeliharaan yang sangat baik bagi kesehatan kuda, memandikan dan memberikan makanpun harus rutin. Pakannya saja bisa mengeluarkan jutaan rupiah setiap harinya dikarenakan terdapat 50 ekor kurang lebih kuda tersebut.



Tenang saja, tidak usah takut, karena ada penjaga yang menuntun kita untuk memegang kuda dengan baik dan benar agar tidak mengamuk bahkan memakan kalian, tapi sepertinya tidak mungkin, karena kudakan makan rumput hehe πŸ˜‹ . Kalian juga bisa memilih kuda-kuda cantik ada yang bercorak seperti coklat,hitam, cokelat putih, lorek-lorek bahkan ada anak kuda yang mungil dan lucu. Sangat puas berfoto disini karena kita ketepatan sedikit pengunjung dan tempatnya pun akan tutp sehingga kita puas berfoto. 

Abadikan moment bersama teman-teman dan bangunlah keceriaan terhadap foto tersebut agar gasia-sia kalian jauh menyusurinya kalau fotonya jelek dan penakut. Stay cool dan sikin aja bersama kudanya. 
 

Nah, seperti foto ini, walaupun saya ada sedikit grogi takut kudanya nyosor ataupun lari namun tenang yah, karena kita tetap dipantau oleh penjaga kuda, asal bisa memegang tali dengan erat dan berpose sewajarnya bahkan terkesan menyayangi kudanya dia akan nurut kok, sama kalau kita ngasih perhatian dan kasih sayang kedoi dia akan nurut juga wkwk. Dan jangan lupa upload kesosial media agar teman-teman bisa tahu kalau kalian bisa tertawa bersama kuda dan pernah bahagia bersamanya wkwk. Follow juga instagram saya ya @vivilutviana .

Sampai jumpa diperjalanan selanjutnya πŸ’–

Pesona Ironman 70.3 Lewati Destinasi Eksotis Pulau Bintan

Event berskala Internasional digelar di Indonesia yang merujuk pada sport tourism yaitu Ironman 70.3 di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Memperlombakan berbagai uji fisik dan ketangguhan dalam mempola fisik dengan baik yaitu lari, renang, dan balap sepeda yang  dikompetisikan terhadap seluruh peserta dari berbagai penjuru dunia. Sekitar 1.160 peserta yang bersusulan mendaftarkan diri untuk mengambil bagian dari perlombaan ini, tidak hanya internasional, masyarakat lokalpun turut berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi yang dihelat pada 18-19 Agustus 2018. Bintan sebagai destinasi yang ditetapkan untuk berlangsung kompetisi ini telah melalui pertimbangan dari Menteri Pariwisata sebagai pedoman pertimbangan acara ini. Menurut Menpar yaitu Arief Yahya menunjuk Bintan dikarenakan pesona Bintan yang menjamin akan berdampak besar atas datangnya wisman aktif dan wisman pasif yang mengunjungi. Wisman aktif terdaftar sebagai peserta juga membawa keluarga ataupun datang sendiri tetapi tetap bisa menikmati segarnya alam di Bintan, sedangkan wisman pasif gemar menonton sekaligus berlibur untuk berjalan-jalan dan menelusuri Bintan.


Peserta yang daftarpun terus meningkat hingga acara digelar dari target yang diperhitingkan, tidak hanya untuk usia dewasa for kids juga ada loh tentunya ini lebih menyita perhatian penonton karena dibalik mereka pasti ada kerempongan ibu-ibu yang turut mendukung dan memberikan motivasi agar anaknya bisa mencapai garis finish tanpa lengah dan tetap fit. Pencapaian peserta  anak-anak juga sejumlah 300 anak. Atlet  duniapun turut hadir memeriahkan dan menyaksikan secara langsung perjalanan acara ini. Ada atlet laki-laki dan wanita diantaranya Mike Philips, Timothy Reed, Luke Mckenzie serta Annamaria Ebenhardt , Kate Bevilaqua serta Sabrina Stadelman. Takjub yang dieluh-eluhkan masyarakat dunia tentang event yang menempati posisi kelas 3 dunia dibawah kejuaraan seri Jerman dan Perancis. Lolos dan diakui sebagai tempat yang sangat trategis membuat para wisman yang menginjakkan kaki di Pulau Bintan sangat puas. 


Ditanya tentang berbagai macam negara yang hadir disini juga melewati berbagai macam rute untuk sampai dicara ini serta persiapan yang harus dilakukan agar memulai dengan matang dan mengakhiri dengan imbang. Jika dari Bali menempuh 6 Jam 25 menit melalui jalur udara, mereka yang dari negara lain juga seperti malaysia dan singapura yang hanya menembus 60 menit dengan jalur kapal, ini deket banget loh, kayak aku yang dari bangkalan menuju surabaya, pantas saja banyak wisman yang lancar untuk hadir disini secara tepat waktu dan lancar. Harapanku dan pastinya kalian yang menginginkan Indonesia lebih baik karena semua jalur untuk dapat berkunjung ke indonesia hanya dalam hitungan menit. Semakin pintar warga kita unuk mengelola kesempatan ini semakin banyak wisman tertarik memijaki bumi kita tentunya sebagai tamu yang memuji keindahan Indonesia tercinta.

Rentetan perlombaan yang telah dijamin keselamatan serta sukses dalam melewati rute yang representatif. Dimulai dari lomba renang yang highly recomended karena rute renang sejauh 1.9 kilometer dari titik start di Plaza Lagoi  pada pusat pengembangan pariwisata Teluk Lagoi di zona khusus Bintan Resort. Bahas tentang resort, sangat menarik dan panorama sangat alami dan pastinya kalau diabadikan dengan bidik kamera pasti membuat kalian rindu akan pemandangan yang ditwarkan.

 Nah, trek sepeda ini yang membuatku bedecak kagum dengan kegantengan mereka yang melintasi rute sejauh 90kilometer dijalan yang mulus dan lebar. Jalanan yang terbilang sangat bagus inipun mendapatkan anugerah sebagai  “The Best Long Course” di Asia pada 2016 oleh Asia Tri.

Olahraga selanjutnya yang bagiku ini tantangan yang sulit. Lari adalah olahraga yang membuat kita menjaga kestabilan pernapasan, stamina dan kelincahan tubuh agar tetap konstan untuk dijalankan. Sepanjang jalan dengan virw pantai, hutan dan danau sangat nyaman untuk ditrabas walaupun harus melewati hingga 21 km, tapi ini sangat pasti terbayar sekaligus menghilangkan penat dari berbagai macam pekerjaan dan refreshing otak untuk melahirkan kembali kebugaran bagi tubuh. Sampai-sampai salah satu atlet mengatakan "Ini perfect untuk lomba,” Timothy Reed sebagai juara dunia Ironman 70.3 asal Australia, juga disambung oleh Mike Philips “Rute lombanya banyak melewati pemandangan yang indah. Ini sangat direkomendasikan,” sebagai juara dunia Ironman 2018 asal Selandia Baru.

Makanan Indonesiapun juga dangat disuguhkan untuk mereka yang ingin merasakan cita rasa dari sayuran segar dan hasil alam dari pulau ini. Sup ikan ini tentunya sangat menggiurkan apalagi disajikan pada saat hangat dan dinikmati bersama dengan keluarga sembari menikmati keindahan pantai dan pemandangan di Bintan. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kembali digelarnya Ironman 70.3. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi andalan dalam memperkenalkan destinasi wisata crossborder. Apalagi, eventnya juga
ikut ngehits di dunia maya. Hashtag #PesonaIronMan70.3Bintan tercatat berkibar di deretan tiga besar Trending Topic nasional. Menteri favorit kalau sudah melek akan tekhnologi dan selalu mempriorotaskan sosial media sebagai acuan mempromosikan wisata Indonesia yang melejit nantinya. 


Kalau aku datang kesana, pastinya sama seperti mereka yang lain yang tak kalah untuk mengabadikan moment persama penyu raksasa di pantai ini, walaupun kita akan terlihat mengecil ya gapapa sih yang penting bisa berbagi foto kepada kalian di dunia maya bahwa kita pernah sampai dan menikmati keindahan pulau ini.

Sangat excited dan perfect banget kalau kita melihat dari atas langit begini, birunya laut di Bintan dan bentuk yang unik di ujung jembatan. "Love" sebagai wujud cinta bagi kehidupan manusia yang saling melengkapi, mengasihi dan menyayangi akan terpatrikan disini. 





Pesona Bintang dalam peningkatan pariwisata di Indonesia sangat eksotis dan citra akan layanan serta fasilitasnya sudah pasti terjamin, kelas dunia saja diadakan di Bintan dan sudah memiliki testimoni yang sangat bagus. Indonesia layak mendapatkan julukan Pesona Alam terbaik dan dipandang sepenuhnya di mata dunia. 

"Seluruh dunia bisa saja menikmati Bintan, tapi ingat Bintan hanya Milik Indonesia.  "



Dijuluki Pasar Terunik di Indonesia, Banjarmasin Meriahkan Festival Tahunan

Keunikan budaya di Indonesia memang tidak ada habisnya, beragam perbedaan dan sentuhan alam yang langka membuat negeri ini menjadi sorotan dunia. Arus global dan era modernisasi tidak akan mudah menyurut atas budaya yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Tradisi jual beli di pasar tradisionalpun masih sangat erat dengan masyarakat, transaksi antar penjual dan pembeli secara tatap muka dengan proses tawar menawar membuat momen ini dirindukan generasi milenial, iya seperti saya yang sudah diterpa arus modernisasi yang semakin meninggi.



Pasar Terapung,  atau yang seringkali saya dengar dengan sebutan Pasar Apung ini merupakan pasar terunik sehingga terpilih dalam rentetan Calender of Events (CoE) Kementrian Pariwisata setiap tahunnya. Terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya kota Banjarmasin ini mengusung tema Festival Pasar Terapung 2018. Terpusat di sepanjang tepian Sungai Martapura di jalan Piere Tendean Banjarmasin. Berkunjung dan menyaksikan hiruk pikuk pasar sangat mudah ditemui, karena berada di central kota yang tak jauh dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Tidak hanya pesona pasar yang disuguhkan, nyatanya berbagai budaya, tradisi serta kekayaan alam ditampilkan dalam acara Festival Pasar Terapung yang berlangsung pada tanggal 24-26 Agustus 2018. Langkah tepat yang dilakukan Kementrian Pariwisata ini semakin memajukan Pariwisata Indonesia.



Awal mula pasar yang biasa dilakukan di daerah daratan, Pasar Terapung ini berbeda. Perairan sebagai lahan berjualan, jukung atau perahu kayu sebagai tempat para penjual menjajakan dagangannya bagi pembeli. Ibu-ibu dengan ciri khas topi yang dikenakan juga menjual jananan pasar, kerajinan tangan bahkan pakaian selain sayur mayur dan hasil bumi lainnya. Pasar yang sudah beroperasi dari 400 tahun hingga kini telah menjadi ikon wisata yang telah termasyur hingga ke seluruh dunia. Dijadikan sebagai ikon kota Banjarmasin merupakan wujud murni kulturasi masyarakat di Kalimantan Selatan. Kalau kalian dari daerah Jakarta bisa tuh menembus 1 Jam 40 Menit untuk bisa mengitari kota Banjarmasin, kalau aku disini yang kediamannya di Madura harus memiliki beberapa rute terlebuh dahulu nih, dari Madura, Menuju Surabaya dan langsung cus kota Banjarmasin, opsi lainnya bisa jalur darat berupa kereta dan jalau laut berupa kapal.


Tempat ibu-ibu pedagang yang mengapung diatas sungai Muara Kuin dan Pasar Terapung Lok Bintang. Tidak hanya 2 Pasar tersebut yang menjadi tempat mereka mencari nafkah  berada di muara Barito namun ada pasar terbaru yaitu Siring setelah Lok Bintan yang sangat terkenal, letaknyapun di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk. Konon, sebelum beredarnya mata uang rupiah untuk nilai tukar pembelian barang, sejarah pasar ini sebagai tempat pertukaran hasil kebun dan pertanian antar masyarakat secara barter. Layaknya pasar yang terbagi rejeki masing-masing walaupun berdempatan begini yah, mereka tetap menjalankan rutinitas dan profesi yang digeluti. Moment Agustusan juga terpampang nyata di pasar ini karena disepanjang jukung yang mereka miliki bendera merah putih mempercantik dan menghiasinya. Terpancar kemerdekaan dengan bangga mengakui sebagai Warga Negara Indonesia serta ragam budaya yang masih murni hingga tahun ini. 

Bisa menyaksikan dan melakukan proses jual beli kita harus datang pada pukul 06.30 sampai 08.00 WITA, kalau sudah melewati jam tersebut jangan berharap mendengar keramaian yah kita hanya bisa meliat sungai dengan ketenangan. Festival dengan kemeriahan yang yang dihadirkan tepat pada hari ulang tahun kota Banjar yang sudah berusia 492 tahun. Wah, pastinya dengan umur ratusan kota Banjar telah melewari berbagai macam periode siklus perbedaan di kotanya, tetapi suasana Kerajaan Banjar yang berdiri sekitar 1595 Masehi ini masih melekat dalam asal Muasal Kota Banjar. 

Wisatawan hadir menyaksikan berbagai obyek yang paling banyak diminati yaitu  wisata susur sungai dan dan pasar terapung mencapai 7000 wisatawan, puncak keberhasilan sebagai penggoda kedatangan masyarakat asing baik lokal maupun mancanegara ini, pastinya Banjarmasin telah menyiapkan hal yang menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berlangsung dalam 3 hari perhelatan sajian dari kota ini menampilkan beragam budaya, artis ibukota pun turut memeriahkan puncak acara ini. Masyarakay tidak hanya berwarna dengan tradisinya namun harus tetap mengikuti perkembangan jaman dengan lantunan musik terkini dan tetap masyarakat dapat menerimanya.

Kemeriahan lainnya yaitu pawai Budaya, Pawai VW Borneo Indonesia-Malaysia- Brunei, parade sepeda antik serta parade becak Hias. Pembukaan yang telah di gelar pada pukul 03.00 WITA di tanggal 26 Agusutus 2018 menghantarkan hal yang unik suasananyapun bertepatan dengan bulan kemerdekaan yaitu Agusuts. Dikendarai oleh bapak-bapak yang senang akan sepeda antiknya dan penampilan sepedanya yang masih bagus, yaiyalahya bagus kan dirawat, walaupun jaman old tentunya harus tetap dilestarikan karena nantinya akan menjadi barang antik yang akan memiliki daya jual yang tinggi dengan sulitnya benda tersebut ditemukan di era puluhan tahun selanjutnya.

Parada lainnya sebagai ajang mempercantik diri dan mempertontonkan busana yang dikenakan yang merupakan khas Banjarmasin. Kalimantan Selatan Fashion Karnaval juga digelar dalam rentetan acara. Semua kalangan masyarakat rela berada dibawah terik matahari serta peserta fashionpun dengan semangatnya berjalan diatas karpet merah agar menyenangkan hati penonton dengan busana yang mereka kenakan. Busana-busana ini menunjukkan kota Banjarmasin punyaloh, dengan ragam hasil alam, pakaian adat yang terbentuk menjadi busana yang unik dikenakan.
Menggunakan keunikan seperti bulu hewan, paruh sebagai aksesoris dan penggambaran pakaian yang dikenakan selalu memiliki makna. Penyisipan atraksi disela-sela fashion menambah suara aplausan dan ketakjuban masyarakat Banjar bahkan wisatawan yang hadir hanya untuk melihat pesona yang di tampikan di Festival Sungai Banjar.

Penggambaran mimik muka dan orang yang mengenakan juga telah dipilih oleh penyelenggara festival ini. Mimik muka yang dipasang sangat pas yah, hiasan make up agar busana yang dikenakan kuat dan berkarakter seperti suku dan adatnya orang Banjar.
Masyarakatpun rela berdandan seperti  ala merah putih sebagai totalitas dalam perayaan ini. 



Ekspresi dari kakek ini menggambarkan semangat kemerdekaan yang tak pantang menyerah loh! Aku sebagai generasi muda Indonesia patutnya meneladani semangat juang mereka yang melestarikan dan menyuarakan kemerdekaan bersama -sama. Potensi dan kekayaan alam yang ada pada bumi pertiwi ini sangat beragam, bisa dibilang dinegara lain adat seperti ini sudah jarang ditemui, wajiblah kita bersama-sama menjaga dan melestarikannya. Wisatawan asing yang merelakan waktunya juga memilih indonesia sebagai destinasi favorit mereka merupakan langkah-langkah menuju peralihan Negara Berkembang menjadi Negara Maju.



Parade acil jukung pasar terapung, lomba hias perahu jukung, festival sinoman hadrah ragam permainan tradisonal. Adapun persembahan tari-tarian tradisional, keseniam daerah Banjar Bakula disajikan sangat lengkap dalam memperlihatkan kekayaan budaya kota Banjarmasin yang telah menyinggahi kota ini 



Salut terhadap KemenPar yang merancang seluruh Festival dengan baik untuk memperbaiki dan menebarkan Pesona Indonesia melalui sektor pariwisata yang sangat potensial bagi perekonomian juga daya saing antar negara terhadap Pesona alam yang ada pada negara mereka.


Terdiri dari berbagai pulau, Banjarmasin juga ditempati hewan unik yaitu monuet . Nama monyet  tersebut adalah Proboscis  dengan ciri berhidung panjang dan dijuluki sebagai Maskot Kalimatan Selatan juga. Keunikan dari monyet Proboscis ini dijadikan sebagai inspirasi dalam serial komik klasik yang berjudul Petualangan Tintin (dirilis tahun 1968) pada bagian episode "Flight 714". 
Kalimantan Selatan juga menghasilkan kekayaan alam yang memiliki nilai tinggi, wah tidak heran kalau semua wisatawan mengincar kota Seribu Sungai ini. Nyatanya batu permata berkilau dengan pancaran sinarnya yang dapat mengalihkan dunia adalah hal terkenal dari kota ini, permata yang digali dari Lapangan Berlian Cempaka, kota Banjarbaru. Perhiasan lainnya seperti kalung, cincin, bros, yang berbahan berlian murni dan batu permata lainnya berada di Martapura dengan jarak sekitar 45 km timur Banjarmasin

"Mengapa harus keluar negri jika tanah kita sendiri lebih indah untuk ditapaki ?"